Berita Fundamental
Pemerintah Inggris, di bawah Rachel Reeves, menghadapi kekurangan anggaran sekitar £20–30 miliar dan berencana menutupnya lewat kombinasi kebijakan pajak dan perubahan fiskal — meskipun berjanji tidak menaikkan pajak penghasilan, VAT, atau National Insurance bagi pekerja rata-rata. Alternatif yang mereka pertimbangkan meliputi beban pajak pada properti mewah, pajak atas kekayaan/warisan, reformasi skema pensiun, serta pajak pada aset dan penghasilan dari sewa properti. Bagi individu, artinya ada potensi beban pajak lebih besar, terutama bagi pemilik properti, investor, atau yang memiliki kekayaan di atas rata-rata, bahkan jika tarif pajak utama tidak diubah.Di sisi makro, rencana ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi Inggris dalam jangka menengah. Dengan belanja publik dan konsumsi rumah tangga berisiko menurun akibat pajak lebih tinggi dan beban biaya hidup yang tetap tinggi, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) diperkirakan melambat. Hal ini bisa menurunkan daya beli masyarakat dan pendapatan sektor usaha—yang pada gilirannya bisa menekan aktivitas ekonomi.
Untuk pasar keuangan dan mata uang, anggaran ini membawa ketidakpastian bagi Bank of England (BoE) dan nilai tukar Pound sterling. Karena beban fiskal meningkat dan prospek pertumbuhan melemah, ada
kemungkinan BoE akan mempertimbangkan penyesuaian suku bunga— kemungkinan pemangkasan jika ekonomi melemah parah. Di sisi lain, jika investor menilai kebijakan pajak dan fiskal terlalu ketat, kepercayaan bisa terguncang, dan pound bisa tertekan lebih lanjut.
Outlook GBPUSD

GBPUSD mendapatkan pijakan rebound sehingga bergerak bullish signifikan dan ditutup bullish pada perdagangan kemarin. Berada di atas Pivot 1.3157 hari ini, GBPUSD masih berpeluang naik menguji MA200 1.3218 sebagai resistance terdekat. Target bullish berada di 1.3276.
Waspadai juga pergerakan koreksi terbatas menuju Pivot.
Resistance: 1.3218, 1.3276
Support: 1.3157, 1.3101
